LAPORAN PKL
MATA KULIAH MANAJEMEN OPERASI
MANAJEMEN RANTAI PASOKAN
”Bagaimana perusahaan mengelola Rantai Pasokan Bahan bakunya ”
Pada Perusahaan
Gula Madu Kismo – Yogyakarta dan Bakpia Djava - Yogyakarta
Disusun
Oleh :
1. Fahmi Tanzilal 1M111682
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE)
BANK BPD JATENG
SEMARANG
2012
HALAMAN
PENGESAHAN
Laporan PKL yang telah dibuat oleh kelompok ini telah sah sebagai hasil
Praktek Kerja Lapangan Tahun Akademik 2011/ 2012 yang
diselenggarakan pada tanggal 27
mei 2013
Semarang,27 mei 2013
Dosen pembimbing PKL 2011
( Aprilia
Elly Kusumastuti,SE,M.Sc)
KATA
PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah- Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan
Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) 2013sebagai
prasyarat telah menempuh mata kuliah Manajemen Operasi dengan tema “MANAJEMEN RANTAI PASOKAN” (bagaimana
perusahaan mengelola
rantai pasokan bahan
bakunya ) pada PG. Madu Kismo dan Bakpia Djava.
Penulisan Laporan ini tidak terlepas dari bimbingan,
arahan, saran dan motivasi dari pihak- pihak lain yang sangat membantu penyusun
dalam penyelesaiannya. Untuk itu penyusun tidak lupa mengucapkan terima kasih
banyak.
Pada kesempatan ini, dengan segala kerendahan hati
penyusun mengucapkan terima kasih banyak kepada :
1.
Ibu Piji Pakarti, SE, Msi selaku
puket I STIE Bank BPD Jateng
2.
fitria selaku
dosen pembimbing
3.
Orang tua tercinta yang telah memberikan doa dan restunya
dalam melaksanakan kegiatan PKL 2011
4.
Dukungan dari teman- teman tercinta
Penyusun menyadari bahwa dalam penyusun laporan PKL ini
masih banyak keterbatasan dan kekurangan, untuk itu saran serta kritik yang
membangun penyusun harapkan demi perbaikan selanjutnya. Harapan penyusun, semoga
laporan PKL ini dapat bermanfaat bagi semua pihak baik intern maupun ekstern.
Semarang,
27 mei 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
I. BAB
I PENDAHULUAN...................................................................... 5
A.
Latar Belakang Masalah....................................................................... 5
B.
Perumusan Masalah.............................................................................. 6
C.
Tujuan .................................................................................................. 6
II. BAB
II LANDASAN TEORI................................................................ 7
III. BAB III PEMBAHASAN...................................................................... 9
D.
Gambaran Umum ................................................................................ 9
i.
Sejarah dan Perkembangan Perusahaan........................................ 10
ii.
Visi dan Misi Perusahaan.............................................................. 10
iii.
Bidang Usaha Perusahaan............................................................. 11
iv.
Pendesaian Proses Produksi Perusahaan....................................... 12
IV. BAB
IV PENUTUP............................................................................. 15
E.
Kesimpulan........................................................................................... 15
F.
Saran..................................................................................................... 15
V.
DAFTAR PUSTAKA........................................................................ 16
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Program Praktek Kerja Lapangan
(PKL) merupakan suatu bentuk kegiatan yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa
STIE Bank BPD Jateng sebagai tugas akhir dalam mata kuliah Manajemen Operasi.
Adapun PKL dilaksanakan pada PG Madu Kismo dan Bakpia Djava Jogjakarta pada
tanggal 27 mei 2013 dengan tujuan untuk mengetahui dan memahami secara langsung
proses produksi gula dan produksi bakpia djava tentang bagaimana perusahaan
tersebut mengelola rantai pasokan bahan baku. Didalam pembelian bahan bakunya
meliputi cara memperoleh bahan baku dan bagaimana cara penyimpanannya.
Dalam era globalisasi yang
didukung oleh pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan usaha
yang semakin kompleks, maka sumber daya manusia dalam suatu perusahaan atau
instansi baik pemerintah maupun swasta, khususnya kemampuan kebijaksanaan atau
daya intelektualnya maupun arti dan peranan yang sangat besar dalam mengelola
perusahaan.
Sebagai mahasiswa yang merupakan
individu professional, agar dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas
tinggi maka perlu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan
kondisi lingkungan bisnis yang terus menerus berkembang. Untuk itu mahasiswa
STIE BANK BPD Jateng diwajibkan untuk mengikuti Praktek Kuliah Lapangan (PKL)
yang merupakan persyaratan perkuliahan sebagai bentuk kegiatan belajar mengajar
yang diagendakan dalam rencana kontrak belajar semester V.
·
Perumusan
Masalah
Desain proses merupakan masalah yang
kompleks dan perlu dipelajari. Maka perlu diberi informasi yang relevan
diperoleh dari perusahaan untuk mengidentifikasi tentang berbagai permasalahan
yang dihadapi seperti :
·
Bagaimanakah PG. Madu Kismo dan Bakpia
Djava mendapatkan bahan bakunya?
·
Bagaimanakah PG. Madu Kismo dan Bakpia
Djava mengelola bahan bakunya?
·
Tujuan PKL
Bagi
Mahasiswa STIE Bank BPD Jateng, diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu
pengetahuan yang diperoleh selama kuliah dengan memadukan antara teori dan
praktek dalam kenyataan sebenarnya dilapangan secara seimbang sehingga mampu
memberikan solusi terhadap segala bentuk pernasalahan yang ada. Dengan demikian
maka mahasiswa dididik dan disiapkan agar menjadi tenaga yang memiliki
kemampuan profesional, kemampuan akademis, kemampuan mandiri serta dituntut
menjadi manusia yang berkualitas tinggi sebagai sumber daya manusia yang
potensial dalam pengelolaan manajemen khususnya dalam menghadapi persaingan
yang kompetitif. Secara khusus mampu menerapkan materi kuliah manajemen operasi
dengan praktik yang diberikan oleh pabrik yang dikunjungi.
Bagi STIE BANK BPD JATENG :
·
Mewujudkan
visi dan misi STIE BANK BPD JATENG untuk mengembangkan konsep “Link and Match”
dengan pihak - pihak ekternal.
·
Memperkenalkan
STIE BANK BPD JATENG kepada perusahaan atau instansi baik pemerintah maupun
swasta dengan harapan dapat terjalin kerjasama yang baik antara kedua pihak.
·
Mendapatkan
suatu umpan balik dari pihak pihak eksternal yang dapat digunakan untuk melaksanakan perbaikan dan peningkatan
program pendidikan di STIE BANK BPD JATENG.
BAB II
LANDASAN TEORI
I.
Pengertian
SCM
Supply Chain
terdiri dari sekumpulan proses yang berhubungan dengan aliran barang,
informasi, dan uang diantara perusahaan-perusahaan, dari tingkat raw material
sampai produksi tingkat pemakaian, dan akhirnya pada tingkat daur ulang. Suatu
alat untuk mengoptimasi supply chain akan melalui manajemen
terintegrsi yang disebt Supply Chin Managment (SCM).
SCM mirip
dengan Efficiency Customers Response (ECR) dan Quick
Response (QR) dalam pengertian bahwa tujuan alat ini untuk
mengefisiensikan hubungan perusahaan dalam Supply Chain secara
keseluruhan dengan cara Just In Time (JIT). Bagaimanapun juga,
kedua alat ini ditunjukan untuk industri khusus. ECR dikembangkan untuk
proses industri makanan, sementara QR untuk industri pakaian. SC tidak
ditujukan untuk keperluan suatu industri khusus. Tujuan alat ini secara umum
untuk memaksiumkan total value dalam supply hain.
Sejak SCM
terlibat dalam aktifitas antar perusahaan, prosesnya meliputi berbagai fungsi
seperti supply raw material, manajemen produksi, transportasi,
manajemen Inventory Sistem Informasi Manajemen (SIM), proses
order, penanganan material, dan manajemen pelanggan. Diantara yang lainnya
istilah logistik yang lebih sederhana adalah digunakan dalam penjelasan
berikutnya dan diidentifikasikan sebagai kombinasi diantara fungsi-fungsi ini.
Lebih jauh lagi, prosedur yang berhubungan dengan izin bea cukai ditambahkan
dalam kasus Internasional SCM.
Salah satu
fitur utama pada SCM adalah memproses integrasi vertikal dari supplier ke
konsumen dapat dilakukan melalui aliansi strategi antar perusahaan. Di salah
satu sisi terdapat kasus dimana seluruh proses vertikal dibawa oleh suatu
perusahaan (sebagai contoh general motor terdahulu). Selama optimasi total
lebih besar daripada jumlah optimasi parsial. Secara umum, optimasi total dalam
supply chain adalah lebih besar daripada optmasi parsial dalam ranti individu.
Bagaimanapun juga, jika suatu perusahaan dapat melampirkan seluruh proses
supply chain di dalamnya dan menjadi suatu organisasi dengan skala yang lebih
besar, ini dpat menghasilkan biaya administrasi yang tinggi. Di sisi lainnya,
terdapat kasus dimana setiap perushaan adalah independen dari perusahaan
lainnya dan bertransaksi secara individu dalam proses vertikal tanpa strategi.
Aliansi antar perusahaan, yang membuat keuntungan optimasi lebih rendah dan
biaya admistrasi lebih rendah. Posisi dari SCM berada pada kedua sisi tersebut.
Masing-masing perusahaan independen secara strategi berhubungan dengan
perusahaan lainnya dalam proses integrasi vertikal.
II.
Keuntungan SCM
dan Kerugian SCM
SCM
yang didesain dengan baik menghasilkan net value positif
dengan memberikan keuntungan, mengurang biaya, dan menigkatkan kelangsungan
hidup keuangan. Perusahaan dengan supply chain yang diselsaikan dengan baik
dapat membagikan keuntungan dengan layak, dengan menghasilkan yang disebut ”win-win
relationship”.
Pertama,
sumber daya untuk menghasilkan keuntungan termasuk menekan lea-time atau
respone yang fleksibel pada pelanggan. Seperti improvemen atau peningkatan dapat membuat
supply chain perusahaan yang kopetitive. Keuntungan ini dihasilkan dari sumber
daya perusahaan yang terpusat terhadap core-competence mereka dan menghasilkan
valeu dengan memiliki fleksibilitas dan dapat beradaptasi terhadap perubahan
lingkungan pasar.
Kedua,
biaya dapat dikurangi berhubungan dengan keuntungan yang terintegritas.
Terdapat skala ekonomi dan jangkauan pada proes integrasi vertikal Sebagai
contoh, menghindari investment yang berlebihan dalam warehousing dan
mengurangi inventory level dengan berbagi informasi.
Bagaimana
juga, dengan maksud untuk memaksimalkan suatu net value dengan SCM, ”aliansi
antara perusahaan” dengan persekutuan atau hubngan kerja yang reliable jika
diperlukan. Dalam menjalankannya memerlukan biaya transaksi yang tinggi dan
membutuhkan tiga kondisi. Pertama, waktu hubungan haruslah cukup panjang atau
lama untuk membuat partnership yang baik dan berkomitmen. Kedua, perusahaan
dalam supply chain harus memiliki kemmpun yang diperlukan dan harus membagi
tanggung jawab dengan masuk akal (seimbang).
Ketiga,
berbagai jenis informasi seperti pesanan, inventory atau permintan pelanggan
harus dapat dibagi dan diproses dengan benar. Dengan memperhatikan tiga poin
tersebut pengebangan IT sebelumnya dapat berkontribsi terhadp SCM.
III.
SCM dan Pengembangan IT
Dalam
mendisain bagaimana mengatur aliran barang dalam supply chain DHL selalu
mempertimbangkan persoalan bagaiana memproses informasi. Proses informasi adala
salah satu fungsi utama pada SCM perkembangan terakhir dan inovasi dalam IT
telah memberian kesempatan untuk menaikan kapabilitas proses informasi. Oleh
karena itu untuk meningkatkan performa SCM.
IT dapat
memberikan dua kontribusi dalam SCM :
- Perbaikan dan berbagai infomasi diantara perusahaan.
- Identifikasi permasalahan yang tepat dan optimasi.
Pertama,
telah dibicarakan elektronik data adalah suatu cara yang efektif untuk
mempromosikan pembagian informasi dengan tepat diantara perusahaan sehingga
bertepatan dengan tujuan SCM. Elektronik data interchange didefinisikan sebagai
suatu hubungan online komputer dan pertukaran informasi pada transaksi diantara
perusahaan. Bagaimanapun juga, diperlukan elektronik data interchange
diperlukan elektronik interchange khusus untuk dimasukan kedalam suatu value
added network atau saluran yang dibuka dengan tujuan untuk membagi suatu
jaringan. Jumlah model yang sangat besar untuk berinvestasi dalam suatu value
added network atau saluran yang dibuka telah menjadi alasan utama
mengapa manajemen elektronic data interchange, elektronic
data interchange logistic khusus telah menjadi sangat lambat.
Bagaimanapun
juga suatu permasalahan invesment kemungkinan besar juga dpat dislesaikan
dengan menyebarkan teknlogi internet. Pembagian informasi diantara perusahaan dapat
diandalkan dengan web elektronik data interchange. Daripada membuka saluran
elektronik data interchange. Meskipun kenyataannya internet menimbulakan
beberapa masalah pada keamanan dan standarisasi, web elektronik data
interchange sangat berguna dikarenakan memiliki biaya yang rendah pada
invesment dibandingkan dengan membangun jaringan terbuka. Dari manfaat ini web
elektronik data interchange telah memerikan kemungkinan dalam mempromosikan
pembagian informasi diantara perusahaan lebih jauh lagi, emggunaan internet
dikombinasikan dengan ITS menghasilkan kemungkinan untuk memperbaiki sistem
logistik kota.
Pembagian
informasi tidak hanya diperkenalkan oleh perusahaan swasta tetapi oleh
pemerintah juga sebagai contoh dalam logistik internasional, sejak wewenang
pemerintah tidak terhubung secara efisien dengan yang lainnya atau dengan
perusahaan swasta ketika melakukan prosedur bea cukai, ini menjadi sumber
hambatan dalam logistik.
Disamping
kemudahan penggunaan dari EDI atau Web-EDI, ERP juga telah mendapatkan
perhatian yang luas. ERP adalah suatu metode ngatur informasi dengan tujuan
berbagi informasi perusahaan pada saat ini pengenalan ERP dalam setiap
perusahaan adalah komplementasi satu sama lainnya oleh EDI agar berbagai
informasi diantara perusahaan dalam SCM.
Kedua,
karena berbagai informasi memberikan banyak data yang tersedia, kita harus
merumuskan masalah berdasarkan data, dan menemukan cara untuk menyelesaikannya.
Perkembangan aplikasi software sebenarnya untuk menyelesaikan berbagai masalah
telah mendapatkan keuntungan lebih besar dengan perkembangan IT saat ini.
Software untuk merealisasikan SCM secara bersamaan disebut Supply Chain
Planning Software (SCPS). SCPS
terdiri dari beberapa software pada manufacturing planning, demand forecasting,
transportation planning, inventory management schecduling, dan lain-lain. Pada
umumnya, kemajuan IT telah mengembangkan secara cepat pembagian atau berbagai
informsi diantara perusahaan yang diperlukan untuk SCM, dan telah menyebabkan
perbaikan dalam kualitas dari aplikasi software untuk memproses informasi
atau software supply chain planning.
IV.
Tujuan Manajemen Supply Chain
Tujuan dari manajemen supply
chain adalah untuk menjamin kesatuan gerak dari jumlah dan kwalitas yang
memadai pada persediaan yang meliputi banyak hal seperti perencanaan dan
komunikasi. Lebih sederhana lagi dapat diartikan bahwa tujuan dari management
supply chain adalah untuk memastikan seluruh item barang berada pada tempat dan
waktu yang tepat agar dapat memberikan keuntungan yang terbaik dan service
kepada customer.
Keuntungan dari manajemen supply
chain yang efektif adalah untuk mendapatkan kecepatan yang maksimal pada saat
barang dan jasa bergerak melalui jalur supply sementara itu terjadi penurunan
biaya dan peningkatan nilai tambah untuk service ke customer.
Faktor-faktor yang mendorong
manajemen supply chain:
· Manufacturer
: memastikan biaya produksi yang lebih rendah
Pada saat ini supply chain
didorong oleh operasi pada manufaktur untuk memastikan biaya produksi yang
lebih rendah. Dorongan customer terhadap lingkungan keduanya baik itu
manufaktur dan supply chain dimana pengiriman produk harus lebih cepat untuk
menjamin retailer dapat memenuhi permintaan pasar yang selalu berubah dengan
cepat.
V.
Mencapai supply chain terintegrasi
Menurut Miranda dan Tunggal terdiri dari beberapa
tahapan, antara lain:
Tahap
1 : Baseline (Dasar) Posisi dari kebebasan fungsional
yang lengkap di mana masing-masing fungsi bisnis seperti produksi dan pembelian
melakukan aktivitas mereka secara sendiri-sendiri dan terpisah dari fungsi
bisnis yang lain.
Tahap
2: Integrasi Fungsional Perusahaan telah menyadari
perlu sekurang-kurangnya ada penggabungan antara fungsi-fungsi yang melakukan
aktivitas hampir sama, misalnya antara bagian distribusi dan manajemen
persediaan atau pembelian dengan pengendalian material.
Tahap
3: Integrasi secara internalDiperlukan pengadaan dan
pelaksanaan perencanaan kerangka kerja end-to-end.
Tahap
4: Integrasi secara eksternalIntegrasi supply chain
yang sebenarnya dengan konsep menghubungkan dan koordinasi yang dicapai pada
Tahap3, yang diperluas dengan bagian supplier dan pelanggan.
BAB III
PEMBAHASAN
A.
Gambaran Umum Perusahaan Gula Madu Kismo - Yogyakarta
i.
Sejarah dan Perkembangan Perusahaan
PG-PS Madukismo adalah satu-satunya pabrik gula dan
pabrik alkohol/spirtus di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengemban
tugas untuk mensukseskan progam pengadaan pangan Nasional, khususnya Gula Pasir
. Sebagai Perusahaan padat karya banyak menampung tenaga kerja dari Propinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta.
Perusahaan ini dibangun tahun 1955 atas prakarsa Sri Sultan
Hamengkubuwono IX yang diresmikan oleh presiden RI pertama Ir. Soekarno. Pabrik
Gula mulai memproduksi tahun 1958 dan Pabrik Spirtus mulai memproduksi tahun
1959.
PT Madu Baru dibangun di atas lokasi Bangunan Pabrik Gila Padokan
( satu diantara dari 17 Pabrik Gula di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dibangun
Pemerintah Belanda, tetapi di bumi hanguskan pada masa Pemerintah Jepang ),
yang terletak di Desa Padokan , Kelurahan Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan,
Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Status dari perusahaan ini adalah Perseroan Terbatas, didirikan
tanggal 14 juni 1955 diberi nama : “ Pabrik-pabrik Gula Madu Baru PT” (P2G Madu
Baru PT), memiliki dua pabrik :
·
Pabrik Gula (PG) Madukismo
·
Pabrik Alkohol/Spirtus (PS)
Madukismo
Pada awal berdiri perusahaan
ini pemilik saham 75% adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX sedangkan 25% nya
adalah milik pemerintah RI ( Departemen Pertanian RI). Saat ini telah dirubah
menjadi 65% milik Dri Sultan Hamengkubuwono X dan 35% milik Pemerintah (
dikuasai kepada PT. Rajawali Nusantara Indonesia, sebuah BUMN )
ii.
Visi dan Misi Perusahaan Madukismo
Visi : PT Madu Baru menjadi
perusahaan agro industri yang unggul di Indonesia dengan petani sebagai mitra
sejati
Misi :
·
Menghasilkan gula dan etanol
yang berkualitas untuk memenuhi permintaan masyarakat dan industri di Indonesia
·
Menghasilkan produk dengan
memanfaatkan teknologi maju yang ramah lingkungan, dikelola secara profesional
dan inovatif memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan serta
mengutamakan kemitraan dengan petani
·
Mengembangkan produk atau
bisnis baru yang mendukung bisnis inti
·
Menempatkan karyawan dan
stackholder lainnya sebagai bagian terpentingdalam proses penciptaan keunggulan
produksi dan pencapaian shareholder value
iii.
Bidang Usaha
Perusahaan ini memiliki usaha di bidang produksi
utama dan sampingan. Produksi utamanya berupa gula pasir dengan kualitas SHS IA
( Superior Head Sugar ) atau GKP (Gula Kristal Putih ). Mutu Produksi dipantau
oleh P3GI Pasuruan ( Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia ). Sedangkan
produk sampingannya berupa :
v Alcohol murni ( kadar 95%)
v Spirtus bakar (
kadar 94%)
Mutu dipantau oleh Balai
Penelitian kimia Departemen Perindustrian dan PT Sucofindo Indonesia.
Proses
Rantai Pasokan PG.madu kismo jogjakarta
Metode
rantai pasokan yang digunkan dalam pabrikgula menggunakan cara sistem kontrak
dengan para petani tebu,diproses dengan cara menyediakan bahan baku dari petani
yang ditanam selama tujuh bulan.dari hasil panen yang sudah ada dilakukan
pembagian proporsi laba sebesar 30% untuk petani dan 70% untuk perusahaan,dengan perusahaan ,menyewa
lahan para petani jadi setiap bahan baku yang dibutuhkan oleh pabrik mereka
memberdayakan para petani membuat program pengembangan yang terstuktur dari
proses menanaman sampai dengan proses panen.program pengembangan yang
diterapkan oleh pabrik gula madu kismo menerapkan sistem edukasi dinama semua
para petani diberikan fasilitas pelatihan oleh perusahaan.tidak hanya fasilitas
pelatihan saja tetapi dalam prosesnya semua para petani diawasi dijaga dan
dimanageri oleh manager pengawas lapangan agar semua aktifitas yang ada
dilapangan terkendali dengan baik.proses pengawasan yang benar juga harus
diterapkan disini karena untuk menghindari berbagai kecurangan yang terjadi
lapangan seprti pembakaran lahan dan juga perusakan lahan akibat ulah sebagian
oknum.
Proses
rantai pasokan bakpia djava.
Perusahaan
bakpia djava membuat pengadaan bahan baku untuk setiap proses produksinya
tidaak mengguanakan sistem persediaan barang melainkan dengan metode pengadaan
barang yang disediakan saat itu juga yang biasanya disebut dengan just in time
dimana bahan baku yang dibutuhkan untuk setiap proses produksi dipesan
menggunakan cara order.order dilakukan apabila ada permintaan produksi bakpia
atau order dialkukan apabila proses produksi bakpia itu sendiri akan
diproduksi.pengadaan bahan baku bakpia djava tidal dipasok atau tidak
memerlukan rantai pasokan karena semua bahan baku yang dibutuhkan tidak
menggunakan aktifitas pergudangan oleh karena itu disini bakpia djava tidak
memiliki akfitas SCM untuk pengadaan bahan baku yang digunakan.
Produksi
PG.madu baru
Pengadaan
banah baku yang sudah diterima dari petani dimasukkan kedalam gudang penyimpanan
bahan sebagai persediaan barang yang siap untuk diproses.sistem persediaan yang
digunakan oleh PG madu kismo menggunakan metode FIFO yang sering disebut first
in first out bahan baku yang pertama masuk maka bahan baku itulah yang akan
digunakan untuk produksi.begitu juga bahan yang nantinya akan tersedia untuk
dijual menggunakan sistem tersebut.semua bahan yang ada digudang disimpan
dikemas dengan sistem pengemasan yang terstandarlisir,yang artinya semua
pengemasan bahan baku sesuai dengan operasional prosedur.semua bahan yang
dikemas digudang disusun dikemas serta ditata dengan sistem yang ada karena itu
semua bahan yang nantinya akan dikeluarkan dipasaran tidak mengalami kerusakan.
Bproduksi bakpia Djava
Dalam produksi bakpia djava
disana masih menggunakan sistem produksi tradisional yang semua proses
produksinya dilakukan secara manual artinya tidak menggunakan teknologi
mesin.sistem produksi dalam bakpia djava semuanya berfokus pada produk atau
sering disebut dengan intermiten produk.akfitas produksi dilakukan dengan
sistem pengawasan dari manager produksi,dari semua serangkaian proses produksi
semua bahannya dilihat dikontrol dan dikendalikan secara terperinc dan secara teliti.produk
yang dihasilkanpun menjadi produk yang siap saji siap untuk dikeluarkan dan
dipasarkan kepada para konsumennya.bakpia djava menjaga semua mutu dan kualitas
barangnya berteknologi tinggi yang artinya semua item yang dikeluarkan setelah
selesainya proses produksi dikemas secara ekonomis dan higenis sehingga produk
yang diterima dipasaran masih terjaga mutu serta kualitasnya,
Distribusi PG.madu kismo
PG.madu
kismo tidak menerapkan sistem distribusi yang secara langsung melainkan PG.madu
kissmo melakukan lelang kepada seluruh distributor gula yang ada diseluh
wilayah jawa tengah dan sekitarnya.lelang dilakukan setiap minggu sekali dengan
kuota gula yang harus dibele minimal 2ton gula untuk setiap kali lelangnya.semua
distribusi berhak memasarkan gulanya dimana mereka ingin memasarkannya karena
semua hasil lelang yang mereka dapat akan dijual lagi dipasaran tergantung adri
mereka.karena sisitem itulah yang diterapkan dalam pabrik guka madu kismo maka
aktifitas distribusi gula yang ada sangan tergantung pada lelang yang ada
karena madu kismo menyerahkan sepenuhnya kepda para distributor-distributor
gula.
Distribusi bakpia djava
Bakpia
djava setelah selesai melakukan akfitas produksi dan setelah selesai dari
proses pengemasan dan pengepakan barang,pabrik bakpia djava tidak pernah
menyimpan hasil produksinya melainkan langsung menjual dipasaran dengan
langsung memasarkan seluruh produk yang dihasilkan di outlet-outlet yang mereka
meliki artiya bakpia djava juga tidak melakukan aktifitas distribusi yang
menyeluruh,dikarenakan semua produk yang dihasilkan oleh bakpia djava memiliki
ciri keunikan kekhasan yang tersendiri sebagai prooduk oleh-oleh khas
jogjakarta,oleh karena itu produk bakpia djava yidak dipasarkan keluar daerah
atau keluar wilayah jogjakarta.
B.
Gambaran Umum Perusahaan Bakpia Djava - Yogyakarta
i.
Sejarah dan Perkembangan Perusahaan
Lahir
di Kampung Pathuk pada tahun 1970-an, Bakpia Djava pada mulanya hanyalah
industrinya rumahan. Proses produksi seluruhnya dilakukan secara sederhana.
Mulai dari pemilihan bahan, proses pembuatan, hingga pengemasan. Semua
dilakukan secara manual. Kapsitas produksi pun sangat terbatas dengan pemasaran
yang hanya dijajakan keliling kampong.
Rasa
lezat berkat resap tradisional dan tempo doeloe yang digunakan membuat Bakpia
Djava semakin digemari. Pemasaran yang semula hanya dengan keliling kampong
kemudin diubah. Untuk memenuhi banyaknya permintaan, pada tahun 2000 Bakpia
Djava membangun sebuah took di Kampung Pathuk No. 93. Dalam perkembangan
sejarahnya, jalan di kampong ini kemudian diberi nama Jl. Aipda KS Tubun. Pada
tahun ini pula nama Bakpia Djava secara resmi ditetapkan sebagai nama toko.
Bagi
sebagian besar kalangan, pemilihan Bakpia Djava sebagai keluar dari tradisi
toko bakpia yang saat itu hampir seluruhnya menggunakan “angka” sebagai nama
toko. Namun, bagi Bakpia Djava, inilah yang mesti dilakukan mesti dilakukan
sebagai respon atas perkembangan dunia pariwisata yang mengalami perubahan sedemikian
signifikan. Pariwisata tidak lagi menjadi kebutuhan tersier, tapi kebutuhan
sekunder. Dalam dunia pendidikan, pariwisata bahkan menjadi bagian dai metode
pendidikan luar ruang. Sikap responsive atas perkembangan dunia pariwisata
inilah yang membuat Bakpia Djava terus berkembang. Pada tahun 2008, Bakpia
Djava kembali membangun toko di Jl. Adisutjipto km 8,5 Yogyakarta. Dengan nama
yang sama, toko ini merupakan upaya Bakpia Djava melayani konsumen yang terus
bertambah. Hanya berselang dua tahun, tepatnya tahun 2010, kembali mendirikan
toko. Berdampingan dengan toko sebelumnya, toko baru dengan lahan parkir sangat
luas ini juga diberi nama sama, Bakpia Djava.
Pemilihan
nama Baakpia Djava sekali lagi terbukti bukan sekedar untuk tampil beda dengan
toko-toko sejenis yang hampir semuanya menggunakan angka sebagai nama.
Terbukti, dalam perjalanan waktu, Bakpia Djava justru berkembang pesat.
Pemilihan nama Bakpia djava memiliki makna filososfis “the past is new”.
Sejarah dan tradisi masa lalu adalah
kebaruan. Dengan tag line “Resep tradisional tempo doeloe” Bakpia Djava tetap
setia dan konsisten menggunakan resep tradisional yang tanpa bahan kimia untuk
setiap produk yang dijual secara modern.
Konsistensi
tradisioanal juga dilakukan dengan menempatkan dapur produksi ditoko sehingga
konsumen bisa melihat langsung proses pembuatan bakpia. Bukan itu saja, kepada
konsumen yang tertarik untuk merasakan sensasi saat membuat sendiri bakpai yang
akan dibeli, dengan senga hati kru produksi Bakpai Djava akan mendampingi.
ii.
Visi dan Misi Bakpia Djava
Visi Bakpia Djava adalah menjadi
produsen bakpia yang paling lezat dan menjadi toko oleh-oleh paling lengkap
dengan layanan yang prima. Sedangkan misinya adalah menjaga bakpia sebagai ikon
oleh-oleh khas Jogjakarta dan menjaga penganan tradisional lain tetap lestari.
Menjaga bakpia sebagai ikon
oleh-oleh khas Jogjakarta dilakukan Bakpia Djava salah satunya dengan membuat
bakpia raksasa seberat dua ton. Melibatkan 29 juru masak dan oven yang
dirancang khusus pembuatan bakpia raksasa ini digelar di Monumen Serangan
Oemoem 1 Maret, Jogjakarta pada 12 Juni 2010. Museum Rekor Indonesia (MURI)
mencatat mahakarya ini ke dalam Buku Rekor sebagai Bakpia Terbesar di
Indonesia. Selain itu MURI juga mengganjar Bakpia Djava atas rekor makan bakpia
massal dengan peserta terbanyak yakni 1.300 orang.
Komitmen untuk menjaga penganan
tradisional tetap lestari diwujudkan Bakpia Djava dengan menjadikan toko
sebagai kelas bagi para siswa untuk belajar membuat bakpia. Bakpia Djava
membuka pintu selebar-lebarnya bagi sekolah yang ingin melakukan kunjungan
dalam kerangka pendidikan luar ruang.
Kesimpulan dan saran
Bahwa dalam rantai pasokan suatu
perusahaan memiliki suatu pedoman atau tekhnis masing masing yang digunkan. Dalam pabrikgula menggunakan cara sistem kontrak dengan para petani
tebu,diproses dengan cara menyediakan bahan baku dari petani yang ditanam
selama tujuh bulan.dari hasil panen yang sudah ada dilakukan pembagian proporsi
laba sebesar 30% untuk petani dan 70%
untuk perusahaan,dengan perusahaan ,menyewa lahan para petani jadi
setiap bahan baku yang dibutuhkan oleh pabrik mereka memberdayakan para petani
membuat program pengembangan yang terstuktur dari proses menanaman sampai
dengan proses panen.
Dalam
bakpia djava sendiri membuat pengadaan bahan baku
untuk setiap proses produksinya tidaak mengguanakan sistem persediaan barang
melainkan dengan metode pengadaan barang yang disediakan saat itu juga yang
biasanya disebut dengan just in time dimana bahan baku yang dibutuhkan untuk
setiap proses produksi dipesan menggunakan cara order.order dilakukan apabila
ada permintaan produksi bakpia atau order dialkukan apabila proses produksi
bakpia itu sendiri akan diproduksi. Lebih ke dengan sesuai dengan kebutuhan, atau
sesuai dengan pesanan sendiri dengan melihat konsumen dating dan membeli.
Saran dari klompok kami, lebih
melihat suatu tekhnis jika tekhis tersebut pas atau sesuai dengan konsumen yang
di kehendaki maka tak akan kelebihan ataupun kekurangan dalam suatu produksi
tersebut. Meihat di jajraran pasaran sekarang banyak produksi gula maupun
bakpia yang tenar, dan lebih mengutaman suatu khas atau budaya pembuatan yang
berbeda.
Juga
selalu melakukan peninjauan bahan baku yang tersedia. Sebagai rekomendasi
penelitian berikutnya.
BY.KINERJA KAMI
THANKS . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar